“Setiap orang mempunyai sebuah jalan untuk diikuti. Melebar, menyempit, naik dan turun. Ada juga saat-saat kita berjalan dengan putus asa. Tetapi dengan ketekunan, keberanian, dan keyakinan, kita pasti akan menemukan jalan yang benar. Inilah yang membawa sukacita sejati.” ~ Konosuke Matsushita, Founder of Panasonic.

Latar Belakang

Lahir sebagai anak bungsu pada 27 November 1894, Konosuke memiliki 5 kakak perempuan dan 2 laki-laki. Ayahnya adalah seorang tuan tanah di desa pertanian Wasa, Provinsi Wakayama. Selama 5 tahun pertama dalam hidupnya, ia jalani dengan sangat bahagia dan tidak kekurangan sesuatu apa pun. Tetapi keberuntungan yang dimiliki keluarganya menghilang pada tahun 1899 ketika ayahnya melakukan sebuah kesalahan fatal. Ia membuat keputusan investasi yang kurang cermat dalam spekulasi perdagangan beras sehingga seluruh harta kekayaannya habis.

Selanjutnya ayahnya pergi ke Osaka dan bekerja sebagai buruh. Dengan terpaksa mereka pindah ke kota untuk tinggal di sebuah apartemen sempit yang tidak memiliki sanitasi yang baik. Mereka mengalami kekurangan makanan, pakaian dan perawatan medis. Dalam beberapa tahun, kesehatan Konosuke pun menurun drastis dan tiga orang kakaknya meninggal karena terkena penyakit menular. Pendidikan formalnya terhenti sampai kelas IV SD. Ia menjalani hidup dalam kepanikan serta keputus-asaan, tanpa memiliki masa depan yang jelas.


Bekerja di Masa Remaja

Pada usia sembilan tahun, Konosuke harus berpisah dengan ibunya di stasiun kereta api dan memulai perjalanan panjang pertamanya menuju ke kota besar. Untuk membantu keluarga, Konosuke menyusul ayahnya ke Osaka untuk bekerja sebagai tenaga pembantu. Ia mulai bekerja pagi-pagi sekali, membersihkan toko sambil menjaga anak-anak majikannya. Gaji yang ia terima sebesar 10 sen per bulan, yang dibayar dalam waktu 2 kali setiap bulan. Konosuke memperlihatkan bakatnya yang rajin dan penuh tanggung jawab terhadap pekerjaannya. Majikannya menilai Konosuke sebagai pekerja yang baik.

Dalam waktu kurang dari setahun, usaha majikannya mengalami kebangkrutan. Konosuke pun harus mencari sumber penghasilan lain. Berkat rekomendasi dari majikannya, Konosuke mendapat pekerjaan di toko pedagang sepeda import. Di awal tahun bekerja, ia bisa menguasai cara menggunakan mesin bubut dan peralatan lainnya dengan cepat. Ketika ia ingin mencari pekerjaan lain yang memungkinkannya untuk mengambil kelas malam dan menyelesaikan pendidikan, ayah Konosuke meyakinkannya untuk tetap bekerja di toko sepeda. Ayahnya mengatakan, “Keterampilan yang kamu pelajari akan menjamin masa depan kamu. Sukseslah sebagai pengusaha, dan kamu akan mempekerjakan orang yang memiliki pendidikan.” Konosuke menghabiskan waktu selama 5 tahun bekerja di sana.

Karena ketertarikannya dengan bidang elektrik, Konosuke melamar kerja di Osaka Electric Light Company. Meninggalkan pekerjaannya di toko sepeda pada umur 15 tahun. Pekerjaan awalnya adalah sebagai pembantu mandor yang mengawasi perbaikan dan pemasangan kabel. Seiring dengan kegigihannya dalam bekerja, karir Konosuke semakin menanjak ke level yang lebih tinggi di perusahaan. Pada usia 20 tahun ia menikah dengan Mumeno, teman kakaknya. Lalu 2 tahun kemudian ia dipromosikan sebagai inspektur teknisi dengan gaji besar.


Membuka Usaha Sendiri

Konosuke merasa pengetahuannya dalam bidang listrik sudah cukup memadai. Mengingat nasihat ayahnya tentang keuntungan menjadi seorang usahawan, Konosuke pun memberanikan diri meninggalkan pekerjaannya yang nyaman di Osaka Electric Light Company dan merintis usaha baru. Bermodalkan pengalamannya memodifikasi sarang lampu pijar, ia membuka usahanya. Kejadian buruk mengiringi perjalanan awal usaha Konosuke. Ia tidak dapat memasarkan barang produksinya sehinga membuat keuangannya menipis. 2 orang karyawannya terpaksa diberhentikan. Hanya tinggal Konosuke, isteri dan adik iparnya berjuang mempertahankan apa yang tersisa.

Di ambang kebangkrutan, datang pesanan tak terduga, 1000 insulator kipas angin listrik. Keuntungan yang didapat telah menyelamatkan usahanya dan dijadikan modal untuk menyewa gedung di jantung kota Osaka sebagai kantor pertama Matsushita Electric Housewares Manufacturing Works yang kemudian menjadi Panasonic Corporation. Dalam waktu 2 tahun Konosuke telah memperkerjakan 30 orang karyawan. Ia tidak sungkan untuk mendidik mereka cara memproduksi peralatan listrik.


Ekspansi Bisnis

Produksi selanjutnya adalah steker berujung dua yang dirancang sendiri oleh Konosuke. Produk ini sangat laku di pasaran karena kualitasnya yang baik dan harga lebih murah. Tahun 1922, Konosuke membangun pabrik dan kantor baru untuk mengembangkan bisnisnya. Kemudian menyusul baterai lampu sepeda berbentuk lonjong sebagai inovasi dari produk yang sudah beredar di pasaran. Konosuke menghabiskan 6 bulan untuk merancang baterai tersebut agar bisa bertahan selama 40 jam, 13 kali lebih lama dari produk yang lainnya. Meskipun pedagang besar banyak yang menolak untuk memasarkannya, Konosuke tidak menyerah. Ia menghubungi langsung pemilik toko sepeda dan menantang mereka untuk melihat kelebihan baterai buatannya. Dalam waktu singkat pesanan mengalir deras. Pedagang besar yang tadinya menolak, kini ingin sekali ikut mendistribusikan produk tersebut. Baterai ini terus dikembangkan dan diberi merek National pada tahun 1927. Kemampuan utama yang paling mendukung usaha Konosuke adalah kelihaiannya dalam meramalkan penjualan dan keuntungan yang akan diperoleh. Kemampuannya dalam meramalkan daya tampung pasar jarang meleset.

Perang Dunia yang terjadi di tengah kemajuan perusahaan Konosuke tidak mematikan usahanya. Konosuke memproduksi suku cadang kapal bagi Angkatan Perang Kerajaan Jepang. Saat pecahnya Perang Korea, Konosuke malah mendapat pesanan besar dari Angkatan Perang Amerika. Pada tahun 50-an, Konosuke melakukan perjalanan keliling Eropa dan Amerika untuk mempelajari peluang usaha di wilayah tersebut. Membuahkan hasil sebuah kerja sama dengan Philips dari Belanda, kemudian merambah pasar Moskow dan Amerika. Dari tahun 1950 sampai tahun 1973, perusahaan Konosuke menjadi salah satu produsen barang elektronik terbesar di dunia, dengan merek dagang terkenal seperti Panasonic, Sanyo dan JVC.

Dalam masa pensiun, Konosuke memfokuskan diri pada pengembangan dan pengenalan filsafat sosial dan komersial. Ia sempat menulis 46 judul buku. Selain pengusaha, ia juga adalah seorang humanis besar. Pada 1985 ia mendapat penghargaan dari pemerintah Jepang atas kemajuannya dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dan kontribusinya untuk perdamaian dan kemakmuran. Konosuke Matsushita berumur 94 tahun ketika ia meninggal di Tokyo pada 27 April 1989 akibat menderita penyakit paru-paru kronis. Ia meninggalkan kerajaan manufaktur yang sangat besar. Dengan aset pribadi senilai US$ 3 miliar, dan perusahaan dengan pendapatan usaha sebesar US$ 42 miliar.


The following are partial lists of the available Job opportunities. Each Opportunities is offering a potential career advancement with good benefits/ facilities.

Sales Branch Manager
Electrical & Electronics

Sales Manager Fertilizer
Agriculture/Forestry/Fishing/Mining

Didactic Consultant
Electrical & Electronics

System Consultant
Electrical & Electronics

Project Admin Manager
Electrical & Electronics

Head of National Sales
Stockbroking/ Securities

View All Job Positions|Submit Your Resume



Please don't hesitate to contact us at any time with questions, comments, suggestions or feedback and if you prefer to talk to us directly, please call us at:
(62) 21 5490007
 

Announcements

This month issue portrays the life of  Konosuke Matsushita, founder of Panasonic.

Started with nothing but an idea for an electric plug, the owner of Panasonic Corporation, Konosuke Matsushita, invented a two-socket lighting fixture, a simple yet elegant breakthrough that led to what is now one of the world's largest electronics companies.

Hope that you will find our e-newsletter valuable and informative. Share it with your friends and colleagues by simply subscribe to RimbunJOB e-newsletter!

Special Thanks

- Fachrudin Hidayat, Indovisual
  Presentama
- Ari Wibawamukti, Wartsila Indonesia
- Novi, Balfour Beatty Sakti Indonesia
- Meiske S Veronica, HSBC
- Helena Saragih, Relacom Indonesia
- Kenneth Moore Gabriel, Agel Langgeng
- Monika Arie , Elasitas
-
Yuleani Kuswanto,Uniair Indotama
  Cargo
- Gabriel Saragih, Timuraya Tunggal
   
Issue 1 - Li Ka Shing Issue 2 - Paul Ehrlich Issue 3 - Konosuke Matsusita Issue 4 - Steve Jobs Issue 5 - Coming Soon Issue 6 - Coming Soon Issue 7 - Coming Soon Issue 8 - Coming Soon Issue 9 - Coming Soon Issue 10 - Coming Soon Issue 11 - Coming Soon Issue 11 - Coming Soon
2010 Editions | 2009 Editions
If you have any questions about subscription to this list, contact us at info@rimbunjob.com Copyright © 2010 Rimbun Job Agency