
Coco Chanel telah menjadi salah satu fashion desainer terbesar dari abad ke-20. Tetapi apa yang dimiliki Coco Chanel pada masa mudanya benar-benar bertolak belakang dengan apa yang ia miliki saat ia hidup pada masa kejajayaannya. Ambisinya untuk menghapus semua jejak kepedihan masa kecilnya ketika hidup dalam kemiskinan serta penderitaan, membawanya menuju ke dunia yang penuh kemewahan.
“Sukses sering dicapai oleh mereka yang tidak tahu bahwa kegagalan tidak bisa dihindari.” ~ Coco Chanel
Awal Kehidupan Chanel
Coco Chanel lahir pada tanggal 19 Agustus 1883 di kota Saumur, Perancis, dengan nama kecil Gabrielle Chanel. Tanggal kelahirannya baru tercatat satu hari kemudian oleh pegawai rumah sakit tempat ia dilahirkan. Coco Chanel adalah anak kedua dari pasangan yang belum menikah. Ayahnya, Albert Chanel, bekerja sebagai penjual barang-barang kecil, dan ibunya, jeanne Devolle, berasal dari keluarga petani. Coco Chanel memiliki 2 saudara perempuan, Julie dan Antoinette, dan 3 saudara laki-laki, Alphonse, Lucien dan Pierre.
Pada tahun 1895, ketika Coco Chanel berusia 12 tahun, ibunya meninggal dunia karena penyakit TBC. Selang beberapa hari, kesedihan yang baru saja dialaminya semakin bertambah dalam setelah ayahnya pergi menelantarkan keluarganya tanpa pernah kembali. 2 orang bibinya mengambil Coco Chanel dan menitipkannya di panti asuhan dari biara Katolik Roma di Aubazine. Selama 6 tahun ia tinggal bersama para biarawati. Tidak ada masa depan, tidak ada pengharapan, ia hanya menjalani hari-harinya sebagai seorang gadis miskin yang dihidupi oleh sebuah badan amal. Coco Chanel tinggal di Catholic Monastery, Aubazine sambil menimba ilmu dan belajar keterampilan menjahit bagi para wanita.
Di tempat inilah Coco Chanel mendapat penderitaan mental dan serangan rasa kesepian yang cukup menyakitkan dalam hidupnya. Tidak ada kasih sayang, tidak ada orang yang mengasihinya, yang ia dambakan dalam kehidupannya hanyalah sebuah perkawinan yang bahagia dan cinta dari seorang suami. Tidak lebih dari itu. Selama berada dalam panti asuhan, citra dirinya semakin rusak dan terus menyertainya hingga ia beranjak menjadi wanita dewasa.
Permulaan Karier
Dengan tekad mengubah nasib hidupnya, pada umur 18 tahun Coco Chanel meninggalkan biara dan mencoba keberuntungannya di panggung teater sebagai seorang penyanyi kabaret dan penari. Tetapi tidak ada perkembangan karir yang ia dapatkan di sana, bahkan ia gagal mendapatkan pekerjaan tetap. Yang ia dapatkan hanya sebuah julukan baru dari para penonton teater, yaitu “Coco” setelah mereka berkali-kali mendengar Coco Chanel membawakan lagu “Qi qu’a vu Coco”. Julukan inilah yang pada akhirnya mengganti nama Gabrielle Chanel menjadi Coco Chanel.
Pada usia 22 tahun, ketika ia masih menjadi seorang entertainer, Coco Chanel bertemu seorang pria kaya bernama Etienne Balsan, peternak kuda dan penggemar kuda. Coco Chanel menerima tawaran Etienne Balsan untuk hidup bersama di rumahnya yang mewah. Karena ia memiliki motivasi pribadi memanfaatkan kekayaan Etienne Balsan untuk mengembangkan karirnya sebagai seorang perancang topi wanita. Selama tinggal dengan Etienne Balsan, ia sering mendesain topi wanita sebagai hobinya. Meskipun tidak terbiasa tinggal di sebuah istana yang megah, namun ia sangat menikmati segala kekayaan yang ia dapatkan; berlian, gaun, mutiara dan sebagainya.
Pada tahun 1910, Coco Chanel membuka toko topi wanita pertamanya di Paris. Bisnis butik kecil ini hanya memperkerjakan 2 gadis remaja, namun Coco Chanel dengan serius mengembangkan usahanya. Banyak artis Perancis memakai topi buatannya sehingga reputasinya jadi semakin terkenal. Coco Chanel meninggalkan Etienne Balsan dan menjalin hubungan baru dengan Arthur Capel. Pria inilah yang membantu Coco Chanel membuka butik di Deauville pada tahun 1913. Butik ini juga menjual jas hujan dan jaket modis. Selain para selebritis, anak seorang diplomat Amerika juga menjadi pelanggan tetap butik Coco Chanel. Usahanya semakin sukses dan menghasilkan butik ketiga. Coco Chanel mengubah cara pandang para wanita pada waktu itu bahwa mereka seharusnya bisa bebas berekspresi dalam berbusana.
Pengusaha Wanita Ternama
Selain prestasinya, kehidupan pribadi Coco Chanel juga sering menjadi sorotan publik. Tahun 1920 tersebar rumor bahwa ia berselingkuh dengan Igor Stravinsky, seorang komposer terkenal. Kiprah Coco Chanel di industri fashion semakin gemilang, ia mengembangkan jaringannya hingga ke keluarga kerajaan Eropa melalui bangsawan bernama Vera Bate Lombardi.
Perang Dunia II tahun 1939 membuat kacau situasi di negara Perancis, Coco Chanel terpaksa menutup toko-tokonya. Naluri bisnisnya mengatakan bahwa pada waktu itu bukan waktunya untuk fashion. Hampir rutin ia tinggal di Hotel Ritz Paris, bahkan ketika Jerman datang. Selama penjajahan Jerman, ia sempat dikabarkan menjalin hubungan asmara dengan Hans Gunther Von Dincklage, seorang perwira Nazi Jerman.
Setelah menghadapi ancaman hukum karena kedekatannya dengan teman prianya yang bermasalah, pada tahun 1945 Coco Chanel terpaksa pindah ke Swiss dan akhirnya kembali ke Paris pada 1954. Di tahun inilah ia kembali ke dunia fashion dengan mengeluarkan produk pakaian mewah, kain dan perhiasan. Ia juga sempat mengeluarkan koleksi parfum yang dinamai menurut namanya, Chanel No 5. Ini adalah parfum pertama yang memakai nama perancangnya. Koleksi-koleksi terbaru Coco Chanel tidak diterima dengan baik oleh warga Paris akibat hubungannya dengan pria Nazi, namun mendapat sambutan baik dari para konsumen setianya di negara Inggris dan Amerika. Koleksi fashion yang dibuat oleh Coco Chanel telah merevolusi dan menetapkan standar bagi industri fashion internasional.
Coco Chanel sering berselingkuh dengan beberapa pria yang paling berpengaruh pada masanya, tetapi ia tidak pernah menikah dengan mereka. Alasannya mungkin dapat disimpulkan dari jawabannya ketika ditanya mengapa dia tidak menikah dengan Duke of Westminster, “Ada beberapa Duke of Westminster. Tetapi hanya ada satu Chanel.”
Di usia 87 tahun Coco Chanel meninggal dunia akibat serangan jantung di Hotel Ritz Paris. Tepat pada tanggal 10 Januari 1971. Dia dikubur di Lausanne, Swiss. Biografi Coco Chanel telah menjadi refleksi dari salah satu pengusaha paling kuat dan menarik dari abad ke-20. Di akhir hidupnya, kerajaan fashion Chanel yang dibangun oleh Coco Chanel telah menghasilkan pendapatan sebesar lebih dari $ 160 juta per tahun.