Pada Akhir bulan Mei 2010 lalu majalah Globe Asia kembali mengumumkan daftar orang terkaya di Indonesia. Eka Tjipta Widjaja, pengendali Grup Sinarmas yang memiliki kekayaan US$ 4 miliar atau sekitar Rp 36 triliun berada di peringkat kedua dari 10 orang terkaya Indonesia.

"Kesulitan apa pun yang kita hadapi, asal kita punya keinginan untuk berjuang, pasti semuanya bisa diatasi." ~ Eka Tjipta Widjaja


Anak Pedagang Miskin

Eka Tjipta dilahirkan dari keluarga miskin di Coan Ciu, Hokian, pada 3 Oktober 1923, dengan nama Oei Ek Tjhong. Semasa kecil ia sering ditinggal ayahnya pergi merantau ke Sulawesi untuk berdagang. Bersama ibunya Eka Tjipta hidup di Tiongkok Selatan dalam keadaan yang sangat susah. Setiap hari mereka hanya bisa makan bubur dengan ubi. Pada tahun 1931 Eka Tjipta bersama ibunya menyusul ayahnya ke Makassar, Sulawesi. Saat itu ayahnya sudah memiliki toko kecil-kecilan, namun rupanya sang ayah terjebak utang pada renternir. Penghasilan toko yang tidak seberapa, habis untuk membayar bunga utang yang berlipat.

Melihat ayahnya harus banting tulang membayar utang, Eka Tjipta tergerak hatinya untuk membantu. Pada saat itu jiwa dagangnya mulai terlihat. Meskipun belum bisa bahasa daerah Makassar, ia nekat menjajakan barang eceran dari toko milik ayahnya ke rumah-rumah, berbekal sebuah sepeda butut. Ia berprinsip tidak mau menunggu orang datang ke toko ayahnya, jadi sebisa mungkin diantar ke tempat pembeli. Karena hanya dapat berkomunikasi dalam bahasa Hokkian, Eka Tjipta yang pada waktu itu berumur 9 tahun menunjuk-nunjuk atau menggunakan bahasa tubuh untuk menjual barang bawaannya. Berkat kerja kerasnya, omset toko ayahnya bisa meningkat empat kali lipat dan dalam waktu kurang dari 2 tahun utang-utang ayahnya pada renternir bisa dilunasi. Sejak saat itu kehidupan keluarganya mulai bisa tertata, setidaknya mereka sudah tidak lagi dikejar-kejar renternir.


Membuka Usaha Sendiri

Setelah beberapa tahun membantu ayahnya, Eka Tjipta memutuskan untuk berusaha sendiri. Maka ketika usia 15 tahun dia membuka usaha menjual biskuit dan permen. Karena tidak ada modal, ia bermaksud mengambil barang dulu dan bayar kemudian. Niatnya ini sering ditolak para pemilik toko grosir. Tetapi penolakan itu tak membuatnya berputus asa. Ketulusan hatinya membuahkan hasil yang manis. Pelan-pelan ia bisa mendapat kepercayaan mengambil barang tanpa harus membayar di muka, meski barang yang dibawanya tidak banyak. Hanya empat buah kaleng biskuti dan permen senilai 21,50 gulden.

Dalam penjualannya, Eka Tjipta kembali aktif mendatangi konsumen. Dengan semangat ia keliling menggunakan sepeda ke toko-toko di Makassar. Waktu itu keadaan jalan di sana masih hancur dan sulit dilewati sepeda. Tidak jarang ia terpaksa memikul sepeda di bahu ketika berdagang keliling. Usahanya kian hari kian berkembang. Eka Tjipta tidak lagi berjualan dengan sepeda tetapi sudah harus menggunakan becak. Agar bisa muat barang dagangan lebih banyak, becak yang dipakai adalah becak tanpa jok.


Kegagalan Pertama

Ketika sedang menikmati perkembangan usaha kecilnya, Jepang masuk ke kota Makassar tahun 1941. Pada saat itu pula serta merta usaha yang telah dirintis Eka Tjipta rontok seketika. Ia pun jatuh miskin lagi. Dalam pikirannya dipenuhi tanda tanya, namun kejadian pahit yang ia sedang alami dijalaninya dengan sikap optimis. Dalam keadaan bingung ia sering mengelilingi kota Makassar lalu ke pantai Losari menggunakan sepedanya. Hampir setiap hari ia merenung di pantai Losari memikirkan cara terbaik untuk bangkit dari kegagalannya.

Sampai suatu ketika ia melihat truk-truk tentara Jepang yang sedang membuang barang-barang bekas sisa peledakan pelabuhan semen oleh tentara Belanda. Diantaranya karung tepung terigu, kulit sapi, seng, semen, besi dan masih banyak lagi. Timbullah ide untuk membawa barang-barang bekas tersebut ke pekarangan rumahnya. Dengan telaten barang-barang bekas yang ditumpuk di pekarangan rumahnya ia bersihkan; besi bengkok dan seng penyok diluruskan, kulit-kulit sapi dan karung-karung dicuci bersih, setelah itu dibungkus rapi untuk dijual kembali. Perkiraannya tepat, barang-barang bekas tersebut laku dijual. Sejak saat itu semangat untuk membangun usaha dari dalam dirinya tumbuh berlipat ganda. Ia bekerja keras setiap hari untuk memajukan usahanya, bahkan sempat bekerja non-stop selama 26 jam tanpa tidur.


Perjalanan Menuju Sukses

Pada tahun 1945, setelah merasakan menjalani berbagai bisnis sederhana seperti bisnis terigu, pemborong rumah kuburan, minyak kelapa, home industry kembang gula dan kacang ting-ting, Eka Tjipta memantapkan usahanya dengan menjual grosir produk makanan dan menjadi rekanan Corps Intendans Angkatan Darat / TNI. Selama 4 tahun usahanya berjalan lancar sehingga ia mendapatkan cukup modal untuk berdagang kopra dan hasil bumi. Usahanya berkembang pesat sehingga pada Juni 1957 Eka Tjipta sudah memiliki 4.000 ton kopra, bahan Baku minyak kelapa.

Akibat konflik di dalam negeri yang dipicu oleh kegiatan PKI, perusahaan perkebunan karet, minyak kelapa dan penggilingan padi yang dimiliki Eka Tjipta merugi. Ia lalu menjual perusahaannya separuh harga dan mendirikan CV Sinar Mas yang bergerak di bidang ekspor hasil bumi dan import tekstil. Sekitar 20 tahun kemudian, Eka Tjipta dengan Sinarmas Groupnya sudah menjadi konglomerat besar di Indonesia. Ia telah memiliki empat sayap bisnis utama yang meliputi bisnis finansial, bubur kertas / pulp dan kertas, agrobisnis, dan real estate. Bisnis keuangannya dikendalikan PT Sinar Mas Multiartha Tbk, usaha pulp di bawah Asia Pulp & Paper, kelompok agrobisnis dikendalikan Smart Corp dan propertinya ada di bawah kendali Duta Pertiwi.

Pengalaman hidup pahit yang pernah dialami oleh Eka Tjipta semasa kecil tak membuat ia lupa untuk berbagi kepada masyarakat kurang mampu. Sebagai bentuk kepedulian sosialnya, ia mendirikan yayasan Eka Tjipta Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang diantaranya memberikan perhatian kepada persoalan pembangunan sosial kemasyarakatan. Eka Tjipta mempunyai kehidupan poligami. Punya banyak istri dan anak lebih dari 40. Di antaranya yang terkenal mengikuti bisnisnya adalah Indra, Muchtar, Teguh, dan Franky Widjaja.


The following are partial lists of the available Job opportunities. Each Opportunities is offering a potential career advancement with good benefits/ facilities.

Assistant Legal Manager
Telecommunication

Boarding Officer
Transportation/ Logistics



Retrofit Competency Center Manager
Electrical/ Electronics


Supply Chain Specialist
Electrical/ Electronics


View All Job Positions|Submit Your Resume



Please don't hesitate to contact us at any time with questions, comments, suggestions or feedback and if you prefer to talk to us directly, please call us at:
(62) 21 5490007
 

Announcements

One of the Indonesia’s most successful individual, Mr Eka Tjipta Widjaja, started with a very humble beginning and rose to become one of the richest men in Indonesia. His Group, Sinar Mas Group, has four core businesses include pulp and paper, agriculture, food, real estate development and other core industries linked to the pulp and paper industry.

While there are many negative issues on the environmental infringement following his success story, We still think that Mr Eka Tjipta has led an extraordinary life.

Hope that you will find our e-newsletter valuable and informative. Share it with your friends and colleagues by simply subscribe to RimbunJOB e-newsletter!

Special Thanks

- M. Catarina T.D , NISP Sekuritas
- Inasusanti , Indomobil
- Wina , Pasaraya Toserajaya
- Siwi, CIMB Principal Asset Management
  Lestari (Sarana Group)
- Rini , Kalbe Nutritional
-
Atiek , Avris Assurance
- Henry, Inductotherm Indonesia
- Irma, Dwi Tungga Putra
- Wisnu, Indotruck Utama
- Juliawati, Rexplast
- Marry Stella Heryati, Bronson & Jacobs
  Indonesia
Issue 1 - Li Ka Shing Issue 2 - Paul Ehrlich Issue 3 - Konosuke Matsusita Issue 4 - Steve Jobs Issue 5 - Coco Chanel Issue 6 - Roman Abramovich Issue 7 - Sandiaga Salahuddin Uno Issue 8 - Eka Tjipta Widjaja Issue 9 - Coming Soon Issue 10 - Coming Soon Issue 11 - Coming Soon Issue 11 - Coming Soon
2010 Editions | 2009 Editions
If you have any questions about subscription to this list, contact us at info@rimbunjob.com Copyright © 2010 Rimbun Job Agency