Setelah film Titanic, salah satu karyanya yang sangat fenomenal memecahkan rekor box office di seluruh dunia dengan menyapu bersih Academy Awards dan memenangkan 11 Oscar, James Cameron kembali mengukir prestasi lewat film terbarunya; Avatar, yang dirilis tahun 2009. Avatar berhasil menjadi film terlaris sepanjang masa dengan total penjualan tiket sebesar US$ 2,7 Milyar. James sendiri meraih Best Director Motion Picture dalam ajang Golden Globes 2010 dan nominasi Best Director di ajang Academy Awards.
"Ada banyak orang berbakat yang belum memenuhi impian mereka karena mereka berpikir terlalu rumit, atau mereka terlalu berhati-hati, dan tidak bersedia untuk membuat lompatan iman." ~ James Cameron
Remaja Pencinta SCI - FI (Science - Fiction)
James Cameron lahir di Kapuskasing, Ontario, Kanada pada tanggal 16 Agustus 1954, tetapi ia dibesarkan di Chippawa, sebuah kota kecil di dekat Niagara Falls, Ontario. James dibesarkan oleh kedua orang tua yang disiplin. Mereka mendidik James agar ia dapat mengembangkan kreatifitas dan etos kerja yang tak kenal lelah. Ayahnya bernama Phillip Cameron, adalah seorang insinyur listrik. Sedangkan ibunya bernama Shirley Cameron, adalah seorang seniman. Dia sering mendorong James untuk melukis, dan bahkan mengatur sebuah pameran di galeri lokal untuknya.
Bakat menjadi seorang pemimpin dalam diri James sudah bisa terlihat semenjak ia kecil. James suka mengajak teman-teman bermainnya untuk bereksperimen dan menjadikan mereka sebagai pengikutnya untuk menciptakan sesuatu yang tidak lazim. Salah satunya yaitu membuat kapal selam mini untuk mengirim tikus ke dasar Sungai Niagara. Ia juga seorang pembaca setia buku fiksi ilmiah. Ketika duduk di bangku SMU, James mulai menulis cerita sci-fi dan sering berkhayal ketimbang mengerjakan pekerjaan rumahnya. Bahkan selama kelas biologi berlangsung ia tidak menyimak pelajaran, namun ia menulis sebuah cerita pendek yang kemudian menjadi film The Abyss.
Pada tahun 1971 ketika James berusia 17 tahun, keluarganya pindah ke Brea, California. Setibanya di kota ini ia sempat putus asa. Ia tidak bisa melihat dirinya sebagai seorang sutradara film di masa depan. James akhirnya mempelajari ilmu Fisika di Fullerton College dan beralih ke Bahasa Inggris. Ia mempelajari sastra selama beberapa waktu sebelum akhirnya mengambil keputusan untuk drop out pada pertengahan tahun 1974. Setelah putus sekolah, ia menekuni beberapa pekerjaan seperti bekerja di toko mesin, menjadi sopir truk, sopir bus sekolah, melukis dan menulis di waktu senggangnya. Sambil bekerja, James juga mempelajari tentang efek khusus. Ia sering mengunjungi perpustakaan California State University dan membaca tesis para mahasiswa yang sudah lulus tentang teknologi film. James selalu membawa buku catatan kecil setiap datang ke sana.
Setelah melihat film Star Wars pada tahun 1977, James berhenti dari pekerjaannya sebagai sopir truk untuk memasuki industri film. Keinginan untuk meraih impiannya menjadi seorang pembuat film kembali muncul. Kali ini ia bertekad kuat untuk mewujudkannya. Ia menyadari bahwa ilmu pengetahuan dan seni dapat diintegrasikan. Sebagai langkah awal, ia mulai menulis naskah film sci-fi berdurasi 10 menit bersama dua orang temannya. Naskah itu diberi judul Xenogenesis. Tahun 1978 James menikah dengan Sharon Williams.
Awal Karir di Industri Film
Sambil meningkatkan pengetahuan mengenai teknik pembuatan film, James mulai aktif sebagai pembuat model miniatur di Roger Corman Studios. Seringnya dituntut untuk berproduksi dengan anggaran rendah dan proses yang cepat, membuat James belajar bagaimana bekerja secara efektif dan efisien. Ia direkrut menjadi seorang art director dalam film sci-fi berjudul Battle Beyond the Stars yang dirilis pada tahun 1980. Setahun kemudian James bertanggung jawab di bagian special effects work design and direction di film Escape from New York. Di tahun yang sama ia menjadi production designer di film Galaxy of Terror dan menjadi konsultan desain pada film Android yang dirilis tahun 1982.
Impiannya untuk menjadi seorang sutradara film akhirnya terwujud pada tahun 1981 di film berjudul Piranha II: The Spawning. Sang produser film tersebut sering kali menekan James, sehingga membuatnya merasa seperti sedang diteror oleh seorang robot pembunuh dari masa depan. Khayalan inilah yang membuatnya terinspirasi untuk membuat sebuah naskah film berjudul Terminator. Sambil menunggu pembiayaan untuk pembuatan film Terminator, James menerima dua pekerjaan menulis naskah film. Ia mengerjakan skenario film Rambo: First Blood Part 2 pada tahun 1985 dan film Aliens pada tahun 1986.
Pengakuan International
Berbekal keyakinan positif akan potensi yang dimilikinya, James memberanikan diri untuk menghubungi seorang produser film aksi bernama Gale Anne Hurd. Ia menawarkan Gale naskah Terminator seharga 1 dolar, dengan syarat ia diizinkan untuk menyutradarai film tersebut dan dengan caranya sendiri. Gale menyetujuinya, dan anggaran yang dikeluarkan untuk film Terminator sebesar US$ 6,5 Juta.
Hasil yang didapatkan oleh James melebihi apa yang ia harapkan, film Terminator mendapat pengakuan internasional dan masuk dalam daftar 10 film terbaik majalah Time dengan pendapatan senilai lebih dari US$ 80 Juta di seluruh dunia. Melalui film ini reputasi James sebagai seorang penulis naskah dan sutradara semakin bersinar. Ia dan Gale mulai dekat tak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi asmara. Setelah bercerai dengan Sharon, James menikahi Gale.
Selesai film Terminator, James diminta untuk menyutradarai film Aliens kedua sekaligus menuliskan naskahnya. Lewat film Aliens, James kembali membuktikan kepada dunia akan kepiawaiannya sebagai seorang sutradara. Film Aliens yang dirilis pada tahun 1986 menerima 7 nominasi Academy Award serta memenangkan Oscar untuk Best Visual Effects dan Best Sound Effects. Film ini menjadi film R-rated yang paling sukses yang pernah dibuat, dengan pendapatan senilai US$ 180 Juta di seluruh dunia. Sedangkan Film Rambo 2 yang dirilis setahun sebelumnya berhasil menjadi sebuah mega-hit internasional dengan pendapatan senilai US$ 250 Juta.
James akhirnya memutuskan untuk membuat karya sendiri ketimbang mengarahkan cerita dari orang lain. Dengan memaksimalkan talenta yang dimilikinya, ia membuat film the Abyss pada tahun 1989. Film ini menerima 4 nominasi Academy Award dan memenangkan Oscar untuk Best Visual Effects. Akan tetapi akibat kesibukan James mengerjakan film ini membuat hubungannya dengan Gale berakhir dengan perceraian. Tak lama setelah itu ia menikah lagi dengan seorang sutradara bernama Kathryn Bigelow.
Pada tahun 1991 film Terminator 2 yang disutradarai, ditulis dan diproduseri oleh James dirilis. Meskipun film tersebut sempat menjadi film dengan anggaran termahal pada waktu itu, tetapi juga menjadi film yang paling menguntungkan dari semua film yang pernah dibuat. Pendapatan dari Terminator 2 sebesar US$ 500 Juta. Sewaktu pengerjaan film Terminator 2, James bercerai dengan Kathryn dan menjalin hubungan dengan Linda Hamilton, pemeran wanita dalam film Terminator. James kemudian mendirikan perusahaan sendiri, Lightstorm Entertainment dan mendapat kontrak eksklusif dengan Fox untuk pembiayaan 3 film terbarunya nanti.
Karya Sensasional
Sebelum mengerjakan film Titanic, proyek fenomenal pertamanya, James menulis, memproduksi dan menyutradarai film action-comedy True Lies. Tahun berikutnya, saat James sedang berada di pra-produksi film Titanic, Lightstorm Entertainment merilis film Strange Days yang disutradarai oleh Kathryn dan naskah film dibuat oleh James bersama Jay Cocks. Sayangnya, proyek ini tidak menjadi sukses besar karena James tidak mengarahkan fokusnya seratus persen. James lebih sering menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah Atlantik untuk melihat puing-puing Titanic. Berkali-kali ia mengunjungi tempat bersejarah itu.
Dalam produksi film Titanic, James menjabat sebagai sutradara, produser dan editor. Film Titanic yang sempat diragukan ceritanya oleh beberapa kalangan akhirnya dirilis pertama kali pada tanggal 19 Desember 1997 dan kembali menjadi sebuah film yang spektakuler karena berhasil menembus angka satu miliar dolar untuk penghasilannya di seluruh dunia. Film Titanic menyapu bersih Academy Award dan memenangkan 11 Oscar, diantaranya untuk kategori Best Picture dan Best Director. 2 tahun setelah film Titanic dirilis, James bercerai dengan Linda dan menikahi Suzy Amis setahun kemudian.
Pada tahun 2009, setelah sempat membuat 4 judul film, James kembali merilis proyek yang paling ambisius dari semua proyek yang pernah dibuatnya; Avatar, sebuah epik fiksi ilmiah, yang dibuat selama 4 tahun berdasarkan naskah yang ditulis James pertama kali pada tahun 1994. Karena ingin mewujudkan film ini dengan teknologi 3D mutakhir, ia rela menunggu hingga akhirnya bisa dirilis pada tanggal 18 Desember 2009. Total pendapatan film Avatar sebesar US$ 2,7 Miliar. Terbesar sepanjang sejarah.
Tak hanya meraup keuntungan yang sangat banyak, film Avatar juga berhasil menjadi jawara dalam ajang Golden Globes 2010, sebagai Best Motion Picture Drama, dan James sendiri meraih Best Director Motion Picture. Dan di ajang bergengsi Academy Awards, James mendapat nominasi sebagai Best Director. Avatar berhasil menyaingi kepopuleran Titanic dan memecahkan rekor box office.