Beberapa waktu terakhir ini situs WikiLeaks yang didirikan oleh Julian Assange menjadi topik hangat di media massa. Puluhan ribu dokumen rahasia milik Amerika Serikat mengenai perang di Afganistan berhasil dibocorkan ke halaman publik WikiLeaks pada bulan Juli 2010 lalu. Organisasi non-profit ini memiliki misi membocorkan informasi rahasia untuk memerangi korupsi pemerintah dan korporasi. Terlepas dari pro dan kontra situs WikiLeaks, pada akhir tahun 2010, Julian Assange terpilih sebagai Person of the Year oleh majalah Time.
"Courage is an intellectual mastery of fear. It's not that you don't have fear, you just manage your risks intelligently." ~ Julian Assange
Kehidupan Masa Kecil
Julian Assange lahir di Townsville, Queensland, Australia, pada 3 Juli 1971. Ketika ia berusia 1 tahun, ibunya, Christine, menikah dengan seorang sutradara bernama Brett Assange. Brett dan Christine menjalani usaha teater keliling. Kepekaan Julian dalam hal membedakan mana yang benar dan salah sudah terlihat oleh ayah tirinya semenjak ia masih kecil. Pada tahun 1979, ibunya menikah lagi dengan seorang musisi dari sebuah grup musik New Age yang kontroversial pada waktu itu. Pasangan baru ini memiliki seorang putra, tetapi hubungan rumah tangga mereka hanya berjalan 3 tahun. Christine kemudian membawa kedua orang putranya bersembunyi selama 5 tahun untuk menghindari suaminya. Karena itulah Julian harus berpindah tempat tinggal sebanyak puluhan kali selama masa kecilnya, masuk ke beberapa sekolah, bahkan sempat mengikuti homeschooling. Akibat dari pertikaian kedua orangtuanya, Julian tidak mendapat pendidikan formal yang baik. Dia juga memiliki masa kecil yang buruk, dimana ia harus hidup di bawah asuhan ayah tirinya yang kasar.
Menjadi Seorang Hacker
Setelah berusia 16 tahun, Julian mulai menjalani hobi barunya dengan serius, yaitu menyusupi jaringan komputer sebagai seorang peretas atau biasa dikenal dengan istilah hacker. Ia memakai nama samaran “Mendax” dari frase kata Horace atau “tidak jujur namun mulia”. Bersama kedua orang teman hacker-nya, Julian membentuk sebuah kelompok yang menamakan diri International Subversives. Peraturan dasar dari kelompok tersebut dibuat oleh Julian sendiri: “Jangan merusak sistem komputer yang sedang dimasuki, juga jangan menghancurkannya; jangan mengubah informasi dalam sistem tersebut kecuali mengubah log untuk menutupi jejak; dan harus berbagi informasi”.
Berurusan Dengan Pihak Berwajib
Akibat dari kegiatan penyusupan yang dilakukan oleh Julian, Kepolisian Federal Austalia sempat menggerebek rumahnya di Melbourne pada tahun 1991. Dia dilaporkan telah mengakses komputer milik sebuah universitas di Australia, perusahaan telekomunikasi Kanada Nortel, dan organisasi lainnya, melalui sebuah modem. Tahun berikutnya ia mengaku bersalah atas 24 tuduhan hacking dan dibebaskan setelah didenda sebesar AU$ 2.100,- Jaksa penuntut mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan ada tujuan lain selain ingin melampiaskan rasa keingintahuan dengan cara yang cerdas dan mencoba merasakan kesenangan menelusuri berbagai macam komputer.
Julian lalu mengomentari kasusnya tersebut dengan pernyataan bahwa sebenarnya dirinya cukup terganggu dan dirugikan. Karena pada waktu itu ia sedang membantu menulis sebuah buku tentang menjadi seorang hacker. Dia pun menunjukkan dokumenter tentang hacker yang beredar secara umum dan dapat dipelajari serta dibicarakan oleh orang banyak. Pada tahun 1989, Julian tinggal dengan pacarnya dan mereka memiliki seorang putra bernama Daniel. Setelah mereka berpisah, Julian kembali berurusan dengan hukum, kali ini memperebutkan hak asuh anak dengan pasangannya di luar nikah.
Pemprograman Komputer dan Universitas
Pada tahun 1993, Julian membantu peluncuran salah satu penyedia layanan internet publik pertama di Australia, Suburbia Public Access Network. Tahun berikutnya, Julian mulai menetap di Melbourne, bekerja sebagai seorang programmer dan pengembang software gratis. Dia juga mulai menulis buku yang tidak dipublikasikan secara terbuka berjudul Tales of hacking dan Madness and Obsession on the electronic Frontier. Dalam waktu yang berbeda, Julian mendaftarkan diri di 6 universitas. Dari tahun 2003 hingga 2006, ia belajar fisika dan matematika di University of Melbourne, namun ia tidak pernah lulus dan menerima nilai kelulusan rendah di sebagian besar kelas matematikanya. Meskipun tidak memiliki prestasi yang menonjol, Julian sempat mewakili universitasnya di ajang Australian National Physics Competition.
Julian mulai membangun website WikiLeaks yang fenomenal pada tahun 2006 dan memposisikan dirinya sendiri sebagai dewan penasihat. Situs inilah yang banyak membongkar dokumen-dokumen rahasia milik pemerintah dan perusahaan besar. Menurut orang-orang yang pernah bekerja dengannya, Julian merupakan pribadi yang bersemangat, ambisius, dan sangat cerdas, dengan kemampuan luar biasa untuk memecahkan kode-kode komputer.
Penghargaan
Julian menjadi pemenang 2009 Amnesty International Media Award karena telah mengekspos kasus pembunuhan besar di Kenya. Setahun sebelumnya ia memenangkan 2008 Economist Index on Censorship Award. Memasuki tahun 2010, penghargaan pertama yang dianugerahi kepada Julian adalah Sam Adams Award yang diberikan oleh Sam Adams Associates. Tak lama sesudah itu ia terpilih sebagai urutan ke-23 di antara daftar “The World’s 50 Most Influential Figures 2010” oleh majalah Inggris, New Statesman, edisi November / Desember. Satu bulan kemudian di tahun yang sama majalah Utne Reader menetapkan Julian sebagai salah satu dari “25 Visionaries Who Are Changing Your World”. Dan penghargaan terakhir yang diterimanya pada tahun ini diberikan oleh majalah Time sebagai 2010 Person of the Year.