|

Memasuki permulaan tahun baru berarti siap untuk menerima tantangan dan perjalanan baru. Salah satunya dalam hal karir. Apa saja yang sekiranya akan dihadapi dan yang harus disiapkan?
First of all, congratulation! Anda patut bersyukur dan bangga atas pencapaian yang baru saja Anda dapatkan. Anda dipercaya untuk menjadi seorang manajer berdasarkan penilaian bahwa Anda memiliki potensi untuk itu. Setelah merayakan keberhasilan Anda, segera benahi segala sesuatu yang diperlukan. Karena mulai saat ini Anda telah resmi memimpin bawahan dan tanggung jawab lebih besar ada di tangan Anda. Anda adalah kapten dari team kerja Anda. Seberapa baik Anda menjalin hubungan dengan bawahan dan atasan akan menentukan kualitas kinerja team dan tentunya kualitas kinerja diri Anda sendiri sebagai seorang manajer. However, you must understand that there's no 'superman' in super team. Prestasi yang gemilang adalah hasil kerja sama serta dukungan yang baik dari atasan dan bawahan.
Kepribadian dan penampilan Anda bukanlah kunci utama untuk menjadi seorang manajer yang handal. Behaviour of the Manager is the main factor such as organising yourself, leadership, time management and how to deal with conflict, difficult people and awkward situations. Dengan usaha yang konsisten, sifat yang baik bisa dibentuk dan kemampuan bisa ditingkatkan.
Sangat penting bagi seorang manajer untuk mengetahui letak kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri sebelum dia berinteraksi dengan orang lain. Dan untuk mengetahuinya maka Anda harus mengerti 3 dimensi yang akan dihadapi seorang manajer, dimana semuanya itu saling berkesinambungan untuk menjadikan Anda seorang manajer yang baik.
1. ANAK BUAH
Tidak semua orang memiliki sifat yang sama atau sesuai dengan apa yang kita inginkan. Begitu juga dengan anak buah Anda. Sedangkan Anda harus mengurus mereka setiap hari kerja. Bahkan mungkin, waktu Anda akan lebih banyak terpakai untuk menghadapi mereka ketimbang dengan keluarga di rumah. Apakah sulit untuk mengatur mereka? Sama sekali tidak, jika Anda bisa mengambil keputusan dengan bijaksana dan mengerti akan kebutuhan mereka. Namun bukan berarti dengan memperlakukan mereka secara baik maka hasil kerja mereka otomatis akan menjadi lebih efektif. Sebab bisa juga terjadi - pemberian motivasi dalam bentuk hadiah atau pujian malah mengakibatkan kecemburuan dan kekecewaan. Kenalilah karakter setiap bawahan Anda, sebab untuk menghadapi setiap orang yang memiliki karakter berbeda dibutuhkan teknik yang berbeda pula.
Bawahan juga ingin dipandang oleh atasannya, ingin diberi kepercayaan, ingin didengar pendapatnya, ingin mendapatkan penghargaan serta pujian, ingin merasa comfort dengan suasana kerja, ingin berkembang, ingin berhasil dan punya andil dalam suksesnya perusahaan. Mereka juga mampu mengatur diri sendiri dalam melaksanakan tugas dan merasa ingin berarti dalam organisasi.
Tentu Anda juga pernah merasakan posisi sebagai bawahan. Anda juga pasti masih ingat keluhan-keluhan apa saja yang sering diutarakan oleh teman-teman Anda atau mungkin Anda sendiri, seperti sulitnya berbicara kepada sang manajer yang selalu bersikap kaku, mentoknya karir Anda karena manajer tidak menaruh simpati akan perkembangan karir bawahannya, Anda dan teman-teman merasa menjadi salah satu pihak yang dirugikan akibat politik kantor dan merasa putus asa untuk bisa meraih keberhasilan dalam perusahaan. Selain itu, pasti juga ada harapan-harapan yang sering ditujukan kepada manajer Anda. Inilah tugas Anda sekarang.
You must listen to your employees' views and help them to elevate their value, improve their knowledge or skill, boost up their self-confidence, etc. There are so many effective ways to get the best out of your workers.
2. BOSS / DIRECTOR
Selain dengan bawahan, hubungan kerja yang baik dengan boss juga dapat membuahkan hasil kerja yang efektif dan menguntungkan. Anda dan boss mempunyai kebutuhan dan goals yang sama. Boss Anda tidak dapat menggenapi targetnya tanpa dukungan dari bawahannya. Tanpa bantuan Anda. Begitu juga sebaliknya.
Hubungan atau komunikasi yang baik dengan boss adalah sama pentingnya dengan bawahan. Hal ini tidak boleh dianggap sepele. Kenapa? Karena boss Andalah yang akan menentukan sukses atau tidaknya Anda sebagai seorang manajer. Anda memerlukan bantuan dari boss yang dapat menunjang performa Anda dalam bekerja.
Sebagian manajer kurang bisa menjalin hubungan dengan boss mereka karena terlalu banyak menghabiskan energi ke pengurusan anak buah dan mereka bersikap seolah boss mereka tidak terlalu bergantung kepada mereka. Padahal sebenarnya sang boss sangat memerlukan dukungan dan kerja sama dari mereka. Memerlukan Anda sebagai partner yang bisa diandalkan. Don't fail to see how much your boss needs your help and cooperation to do his/her job effectively.
3. DIRI SENDIRI
Sangat mudah mengutarakan masalah, namun tidak mudah menyelesaikannya. Selain harus bisa mendelegasikan tugas-tugas kepada bawahannya dengan efektif, seorang manajer juga dituntut untuk bisa mencarikan solusi ketika datang permasalahan, tekanan dan konflik di tempat kerja. Sebaiknya ia juga bisa mengatasi kelemahan manusiawinya seperti mudah mengeluh, menunda pekerjaan atau masalah yang harus dihadapi. Hal ini bisa berdampak buruk jika tidak diatasi, karena reaksi seorang atasan akan banyak ditiru oleh bawahannya.
Sebagai seorang manajer kita tidak lagi diawasi secara vertikal - atas ke bawah seperti seorang staff yang di-direct supervise oleh seorang supervisor. Akan tetapi seorang manajer diawasi sebagai panutan dari bawah ke atas oleh anak buahnya. Oleh karena itu untuk mendapatkan respek dari anak buah dan menginspirasi mereka untuk sejalan dengan goal dan tujuan seorang manajer, maka manajer itu harus bisa memperlihatkan sikap-sikap yang patut ditiru. Ketika seorang Manager mampu mengerjakan job desk-nya dengan cekatan, mampu melihat dari sudut pandang anak buahnya, mampu mendukung pekerjaan mereka, tegas dalam mengambil keputusan, tidak pernah bingung atau gugup ketika menghadapi masalah, mau mengakui kesalahannya lalu meminta maaf dan memiliki integritas, pasti ia akan melihat reaksi yang positif dari bawahannya.
Peranan Anda dalam kemajuan dan keselamatan perusahaan sangat penting. Karena itu berikanlah yang terbaik dari apa yang Anda miliki. That's a lot of work! Namun percayalah bahwa Anda bisa mengerjakannya. Bukan suatu kebetulan Anda dipercaya untuk menjalani posisi baru di perusahaan. Ada sebuah rencana mulia yang sedang terjadi dalam hidup Anda sebagai proses untuk membentuk diri Anda menjadi sempurna. Remember, Developing an effective working relationship requires that a manager knows his/her own strenghts, weaknesss and personal style. You cannot change the basic personality of yourself, yours boss or your subordinates. But you can become more aware of what it is about you that impedes or facilitates working with your boss and subordinates and take actions to be more effective. Happy new year 2009, Mr. Manager!
|