|

Bulan penuh cinta akhirnya datang juga. Perlahan-lahan atmosfir Valentine mulai terasa pekat di bulan ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa semua orang pernah merasakan indahnya jatuh cinta. Namun ketika Anda sedang menjalin hubungan cinta dengan rekan kerja – mungkinkah hubungan yang indah itu akan menjadi masalah? Selain rasa saling tertarik, konflik pun sering terjadi di tempat kerja. Kalau kedua hal itu memang tak dapat dihindari, apa yang harus Anda perbuat?
OFFICE LOVE Benih-benih cinta yang tumbuh di kantor bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi. Kantor yang menjadi tempat pertemuan pria-wanita yang sudah matang tentu tak lepas dari serangan virus cinta. Masalah percintaan di kota besar macam Jakarta tentunya bukan barang baru. Karena itu terciptalah office affair yang tidak ada habisnya diperbincangkan.
Frekuensi pertemuan yang terlalu sering adalah pemicu timbulnya rasa simpati kepada rekan kerja. Hal ini terjadi akibat terlampau seringnya interaksi dalam menyelesaikan tugas bersama-sama. Atau bisa juga akibat adanya minat yang sama dalam bidang pekerjaan yang sama. Jika mereka terus-menerus berinteraksi dengan menggunakan ‘bahasa’ yang sama, mereka akan menemukan kecocokan satu sama lain. Mereka mulai mendapatkan figur pasangan ideal, yang pas untuk diajak bicara masalah pribadi atau kantor. Karena terbiasa menyelesaikan masalah berdua, rasa simpati pelan-pelan muncul, di mana lama-kelamaan berubah menjadi bentuk perhatian lebih.
Dampak Positif Ketika sedang menjalin hubungan cinta di kantor, biasanya membuat pelakunya menjadi lebih semangat pergi kerja. Lebih semangat untuk datang lebih awal dan bahkan pulang lebih akhir. Mereka juga bisa mempunyai motivasi lebih untuk sesegera mungkin menyelesaikan tugas-tugas yang dilimpahkan atasan. Hal ini tentunya adalah langkah positif. Untuk menunjukkan kemampuannya kepada sang pujaan hati, mereka dapat mengubah rintangan menjadi tantangan. Tidak dapat dibantah bahwa adanya asmara di kantor dapat membuat emosi Anda terpicu menjadi lebih positif ketika melihat semua masalah.
Dampak Negatif
Apabila Anda seorang atasan, meski aturan kantor tak dapat menjerat Anda, ada hal lain yang harus Anda pertimbangkan ketika menjalin hubungan cinta dengan rekan kerja, yaitu masalah kewibawaan dan hilangnya kepercayaan dari bawahan. Kepercayaan adalah hal mendasar yang harus dipertahankan. Di sebuah perusahaan besar Anda akan dinilai 360 derajat. Dari atas oleh bos, dari bawah oleh anak buah, dari kiri oleh teman sejawat, dari kanan oleh klien. Jika mereka melihat sesuatu yang tidak baik pada diri Anda maka hal ini akan berdampak besar pada performa Anda.
Seperti halnya hubungan cinta pada umumnya, Anda berdua harus berhadapan dengan rasa cemburu. Saat dia mulai melirik orang lain, sudah pasti Anda tidak akan bisa konsentrasi penuh ke pekerjaan. Atau sebaliknya jika Anda yang mulai melirik orang lain, ia bisa menjadi sangat berang dan melakukan hal-hal destruktif dalam bentuk sikap atau pun perilaku, untuk menunjukkan rasa tidak sukanya. Ini bisa jadi boomerang bagi Anda. Jika hubungan itu tak dapat berjalan lancar dan Anda berdua akhirnya putus, pastinya situasi tidak akan senyaman dulu, harus bekerja dengan orang yang dulu pernah dekat, namun kini sudah tak lagi saling memiliki. Atau bisa juga hubungan yang awalnya romantis berakhir dengan pertengkaran. Hal ini akhirnya merambat ke masalah pekerjaan, membuat produktivitas Anda menurun dan pekerjaan berantakan.
Resolusi
Ada dampak positif dan negatif ketika Anda menjalin hubungan cinta di kantor. Jika Anda memutuskan dengan mantap untuk terus menjalin hubungan tersebut, lakukanlah dengan cara aman dan sopan. Jangan mengumbar kemesraan di kantor. Jika ingin mengirimkan bunga atau hadiah Valentine, kirimkan saja langsung ke rumahnya. Dan jangan pernah melakukan hal-hal di luar norma kesusilaan di muka umum. Misalnya berpelukan di kantor, bahkan pegangan tangan di kantin kantor. Hal demikian jelas akan membuat hubungan Anda mudah tercium oleh orang lain. Jika trick ini bisa Anda mainkan dengan baik maka Anda akan mudah kembali ke kehidupan normal ketika hubungan dengannya ternyata tidak berjalan dengan baik.
OFFICE CONFLICT
Selain jatuh hati akibat kesamaan pemikiran, menaruh rasa benci kepada rekan kerja akibat perbedaan pendapat dan pemikiran juga kerap kali terjadi. Inilah penyebab terbesar terjadinya konflik di kantor. Dalam lingkungan kerja terdapat beragam manusia dengan sifat dasar dan karakter yang berbeda. Tentu saja dalam menanggapi sebuah persoalan tidak semua orang menanggapinya dengan cara yang sama. Dalam dunia kerja ini adalah hal yang normal, tetapi jika salah satu dari mereka tidak dapat menyikapi perbedaan tersebut dengan benar maka konflik yang hebat pasti akan terjadi.
Sisi Positif Konflik
Konflik adalah bagian dari kehidupan dan bukanlah hal yang tidak baik, justru konflik dapat membantu Anda mengidentifikasi beberapa hal yang berpotensi menimbulkan kerugian sebelum Anda terlanjur membuat kesalahan. Dari perdebatan mengenai sebuah gagasan atau permasalahan, timbullah pemikiran-pemikiran dari setiap individu yang sebenarnya adalah masukan-masukan berharga yang dapat menunjang gagasan dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hasil yang baik dari sebuah konflik akan diperoleh apabila setiap individu yang terlibat dalam konflik bisa mengesampingkan egonya masing-masing, bisa mengendalikan emosi dan berani melihat konflik ini dari sudut pandang yang berbeda. Sebab jika tidak, konflik bisa menuju ke arah kekerasan dan kedua pihak yang berselisih tidak akan pernah mendapatkan keuntungan sementara konflik terus berlanjut.
Sisi Negatif Konflik Konflik yang terjadi di kantor dapat merusak hubungan dengan rekan kerja. Masing-masing pihak yang terlibat pasti akan berusaha mencari pembenaran dari rekan kerja lainnya sehingga konflik akan semakin meluas. Situasi ini akan membuat suasana di kantor menjadi tidak nyaman dan tentu saja akan mempengaruhi performa tim kerja maupun si pelaku konflik itu sendiri. Jika terjadi perpecahan maka bisa jadi Anda akan kehilangan seorang staf yang berkualitas.
Sering kali Manager atau pemimpin menghindar untuk menyelesaikan konflik yang sedang terjadi dalam organisasi. Mereka tidak suka konfrontasi, tidak mau ambil bagian untuk mencari jalan keluar karena mereka pikir konflik tersebut bukanlah urusan mereka dan jika mereka ikut campur tangan maka keadaan malah akan semakin buruk. Karena itu mereka mengabaikannya dan hanya bisa berharap konflik selesai dengan sendirinya. Mungkin bisa terjadi demikian, tetapi seberapa lama konflik tersebut bisa terselesaikan? Apa saja kerugian yang akan ditimbulkan? Apa pendapat public mengenai sikap Anda sebagai seorang pemimpin di perusahaan?
Resolusi
Penting sekali sebuah konflik diselesaikan dengan cara yang efektif. Konflik yang bisa dikendalikan dengan baik dapat menghasilkan dampak positif dalam hubungan kerja dan melenyapkan dampak negatif yang dapat memperluas konflik. Cobalah untuk bersifat terbuka terhadap masukan-masukan dari anak buah. Tingkatkan kuantitas dan kualitas komunikasi dengan anak buah secara teratur dan dengan cara yang profesional. Tidak ada salahnya Anda memberikan tanggapan pribadi apabila Anda merasa yakin bisa menyampaikan solusi yang baik.
Forum terbuka bisa menjadi sarana komunikasi yang efektif bagi seorang Manager untuk meminimalisir terjadinya konflik. Dalam forum terbuka Anda bisa menyediakan suasana yang aman dan nyaman bagi para karyawan untuk berbicara secara terbuka. Dengan positif feedback secara teratur, manajemen dapat mengurangi risiko terjadinya kesalahpahaman. |