|

Kemajuan perekonomian global dan perkembangan teknologi semakin membuat kita sulit untuk menemukan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama dengan keluarga di rumah. Menurut hasil riset dari 50.000 karyawan dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda, ditemukan bahwa 2 dari 5 orang karyawan tidak puas dengan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Apakah itu masalahnya karena terlalu banyak memfokuskan diri kepada pekerjaan atau sebaliknya. Jika hal demikian sudah terjadi dalam hidup kita, perlahan-lahan kita pasti akan mengalami stress.
Pasangan yang paling serasi dan baik adalah mereka yang menjadikan kebersamaan dalam hubungan mereka sebagai prioritas utama. Seperti tanaman tanpa air, suatu hubungan tanpa waktu kebersamaan akan mati. Kita perlu berbagi impian, harapan, kesusahan dan kebahagiaan dengan mereka. Termasuk dengan anggota keluarga lainnya di rumah.
Seberapa besarkah pengaruh pekerjaan terhadap kehidupan pribadi Anda, dan setelah Anda berusaha mengambil tanggung jawab untuk mempertahankan keseimbangan yang baik, seberapa besarkah stress yang Anda alami?
01. |
Saya selalu mengorbankan waktu untuk pekerjaan dah hal-hal yang menyangkut pekerjaan. (True/False) |
02. |
Sering kali saya merasa tidak memiliki waktu untuk diri sendiri, apalagi untuk keluarga dan teman-teman. (True/ False) |
03. |
Apa pun yang saya lakukan setiap hari, sepertinya setiap menit terasa seperti sudah terjadwal untuk melakukan sesuatu. (True/ False) |
04. |
Terkadang saya merasa sudah tidak dapat mengerti tujuan hidup saya dan mengapa saya memilih pekerjaan sekarang. (True/ False) |
05. |
Saya tidak ingat lagi kapan terakhir kali saya meluangkan satu hari penuh untuk bersenang-senang, melakukan sesuatu untuk kebahagiaan diri sendiri. (True/ False) |
06. |
Saya sering merasakan stress. (True/ False) |
07. |
Saya hampir lupa kapan terakhir kali mengambil cuti liburan. (True/ False) |
08. |
Ketika pekerjaan yang satu sudah selesai, pekerjaan yang lain sudah menunggu detik itu juga. (True/ False) |
09. |
Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya membaca sebuah buku kesukaan saya hingga selesai. (True/ False) |
10. |
Saya tidak mempunyai waktu untuk hobi dan kesenangan pribadi. (True/ False) |
11. |
Saya selalu merasa lelah, bahkan di setiap awal minggu. (True/ False) |
12. |
Saya tidak ingat kapan terakhir kali pergi ke bioskop, tempat hiburan atau mengunjungi rumah saudara. (True/ False) |
13. |
Saya bekerja keras karena banyak orang yang bergantung penuh kepada penghasilan saya (anak, pasangan dan orang tua). (True/ False) |
14. |
Banyak acara keluarga yang terlewatkan karena tuntutan pekerjaan yang banyak menyita waktu. (True/ False) |
15. |
Sering kali saya membawa pekerjaan ke rumah. (True/ False) |
Scoring: Berikan nilai 1 untuk setiap pernyataan yang menurut Anda benar (True). Setiap pernyataan yang menurut Anda benar menandakan bahwa mungkin Anda perlu membuat sebuah perubahan. Semakin tinggi jumlahnya, semakin penting bagi Anda untuk membuat perubahan gaya hidup.
Jika nilai Anda 0 – 2, keseimbangan dalam kehidupan Anda cukup baik. Pastikan Anda tetap menjaga keseimbangan tersebut agar selalu stabil.
Jika nilai Anda 3 – 5, Anda mungkin harus mulai mengatur jadwal untuk tidak terlalu larut dalam pekerjaan. Jika tidak diperhatikan, Anda bisa tidak menikmati hidup karena sudah menjurus ke workaholic.
Jika nilai Anda lebih dari 5, kehidupan Anda sudah tidak lagi memiliki keseimbangan. Secepatnya ambil tindakan untuk membuat perubahan sebelum terjadi hal-hal yang merugikan. Ambil waktu luang untuk diri Anda sendiri. Ingatlah bahwa keseimbangan itu perlu agar kita tidak menghabiskan hidup kita di pekerjaan.
HOW TO BALANCE YOUR WORK AND LIFE?
Cara untuk menjaga keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi masing-masing orang tidaklah sama karena setiap individu memiliki prioritas dan keadaan yang berbeda. Tindakan yang tepat untuk saat ini belum tentu bisa sama baiknya untuk saat yang akan datang. Keseimbangan yang diperlukan untuk mereka yang masih melajang tentu berbeda dengan yang sudah menikah, berbeda lagi dengan yang sudah memiliki anak dan seterusnya.

| 4 tips sederhana untuk menciptakan keseimbangan yang baik: |
. |
Menata ulang aktivitas. Tuliskan setiap aktivitas yang Anda lakukan setiap hari selama satu minggu. Termasuk pekerjaan dan hal-hal di luar pekerjaan. Tentukan mana yang penting, setelah itu coba hentikan aktivitas yang tidak penting atau delegasikan beberapa aktivitas kepada orang yang bisa dipercaya. |
. |
Belajar berkata tidak. Apa pun yang diminta oleh rekan kerja atau orang lain, sekiranya bisa Anda tolak cobalah untuk berkata tidak dengan sopan dan hormat. Dengan demikian waktu yang ada bisa digunakan untuk melakukan hal yang lebih berarti dan bisa membuat Anda bahagia. |
|
. |
Sediakan waktu untuk pribadi. Berikan diri Anda waktu untuk sedikit ‘bernafas’ dari rutinitas pekerjaan. Tidak perlu sering-sering membawa pulang pekerjaan dan memeriksa email. Jika Anda bisa mengatur waktu dengan baik, selain bisa menjadi lebih kreatif dan produktif, keharmonisan keseimbangan pekerjaan dengan kehidupan pribadi juga akan selalu terjaga. |
. |
Rencanakan hal-hal yang menyenangkan. Perencanaan ini adalah tindakan yang sangat penting. Hal-hal seperti liburan, pergi jalan-jalan dengan pasangan atau kumpul dengan sahabat dapat memberikan relaksasi di tengah aktivitas rutin Anda sehari-hari. |
|