|

"Jika saya harus menentukan sebuah kualitas, sebuah sikap personal yang saya anggap paling berhubungan dengan kesuksesan, dalam bidang apa pun, saya akan memilih ketekunan. Kebulatan tekad untuk terus maju. Keinginan untuk bertahan hingga akhir; ketika jatuh untuk yang ketujuh puluh kalinya bisa segera bangkit sambil berkata, "Saya akan coba yang ketujuh puluh satu!"
(Richard M. Devos)
Mengingat kembali kemerdekaan bangsa Indonesia membuat kita bangga akan perjuangan para pahlawan yang tidak pernah berhenti. Kegigihan mereka melawan penjajah ternyata membuahkan hasil yang sangat luar biasa. Dalam hidup, kita juga membutuhkan suatu unsur yang bernama kegigihan (persistence). Kegigihan adalah kemampuan untuk terus menjaga momentum dari tindakan awal tanpa dipengaruhi oleh perasaan emosional kita, bahkan kegigihan dapat mengalahkan perasaan ingin menyerah.
Tidak ada keberhasilan yang gratis dan mudah diraih. Kita harus berusaha dan membayar terlebih dahulu harga dari keberhasilan sebelum memilikinya. Hanya sedikit orang yang berani membayar harga dan memiliki kemampuan untuk terus bertahan ketika mengalami kegagalan demi kegagalan. Orang-orang inilah yang bisa sukses.
BE FRIENDS WITH FAILURE
Semua orang ingin menjadi sukses tetapi tidak suka menerima kegagalan. Padahal untuk bisa bertumbuh dan belajar, kita bukan hanya dituntuk untuk bisa mentoleransi kegagalan tetapi kita harus berteman dengan kegagalan. Seperti perjuangan Soekarno, mantan Presiden RI, dalam merealisasikan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Berbagai macam pertentangan, siksaan, ancaman dan masalah dihadapi beliau namun tidak menyurutkan tekadnya untuk merealisasikan impian bangsa Indonesia yang telah berjuang untuk kemerdekaan tanah air selama berpuluh-puluh tahun. Soekarno merupakan salah satu proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia yang pernah menghabiskan 25 tahun usia hidupnya mendekam dalam penjara penjajah kolonial Belanda demi kemerdekaan negerinya. Kisah Soekarno menjadi bukti nyata bahwa karakter pantang menyerah dan mau menerima kegagalanlah yang paling menentukan untuk memperoleh kemenangan.
Cobalah sejenak kita bayangkan apabila kita sewaktu masih kecil menyerah saat pertama kali belajar berjalan. Apa jadinya kita hari ini? Meskipun dulu kita terjatuh berkali-kali dan terasa menyakitkan, kita tetap memilih untuk berdiri dan mencoba berjalan lagi. Dan sekarang kita memiliki kemampuan untuk bisa berjalan sendiri, bahkan dalam jarak yang jauh tanpa pernah memikirkan lagi bagaimana caranya. Orang yang hebat bukanlah seorang yang tidak pernah terjatuh, tetapi seorang yang bisa segera bangkit ketika ia terjatuh. Kesuksesan dapat digambarkan sebagai suatu proses menghadapi setiap permasalahan, bertahan untuk mencapai tujuan, berusaha tanpa mau menyerah, dan akhirnya mencapai tujuan yang diinginkan.

IT IS GENIUS TO BE STUPID
Dalam hal percobaan, ketika seorang melakukan hal yang sama berkali-kali maka ia akan dibilang tidak waras. Hal demikian terjadi karena mereka tidak memahami konsep dari kegagalan. Mereka tidak mengerti bahwa apa yang sedang mereka kerjakan tidaklah efektif. Namun sebenarnya, mereka yang tidak pernah memerdulikan rasa sakit dari kegagalan adalah tipe orang genius.
Sekali lagi, anak kecil memiliki kriteria genius yang dimaksud. Seorang anak bayi selalu membangun sebuah mainan lego sederhana dalam waktu yang lama, dan ketika tanpa sengaja ia membuat lego tersebut ambruk, kita tidak melihat adanya frustasi di wajah mereka. Dengan rasa ingin tahu ia mengambil kembali potongan lego yang ambruk tadi dan memulainya lagi. Tanpa kita sadari, sebenarnya "sikap bodoh" dari anak kecil tadilah yang bisa membuat kita bertumbuh. Sikap demikian juga merupakan salah satu faktor penting yang dapat membantu kita mewujudkan impian kita.
THERE IS NO SCHORTCUT TO SUCCESS
Penyebab utama kenapa banyak orang menyerah terlalu cepat adalah karena ekspektasi yang salah. Mereka pikir jalan menuju kesuksesan dapat dengan mudah dilalui, dan mereka sangat terkejut begitu mengetahui ternyata sebaliknya. Rasa antusias mereka akan menurun drastis sehingga membuat mereka kehilangan hati untuk mencoba lagi.
Awali perjalanan Anda dengan ekspektasi yang benar. Tidak ada jalan yang singkat dan mudah untuk mendapatkan kesuksesan. Berharaplah untuk menghadapi rintangan-rintangan yang sulit, bukan yang mudah, maka Anda akan siap menghadapi segala macam hal yang akan terjadi nanti. Semua orang tentu ingin meraih keberhasilan dengan cara yang mudah, namun sayangnya hal ini tidak realistis. Perjalanan menuju kesuksesan adalah sebuah maraton, bukan sprint, jadi persiapkanlah diri Anda lebih daripada apa yang kesuksesan butuhkan karena Anda tidak pernah tahu rintangan apa yang akan Anda hadapi.
|